Kamis, 29 November 2012

Rindu #2

kurasakan dingin menerpaku
disini di muka istanaku
di atas kursi kayu bisu
di sela sela nafas putih berkabut
menjelma jadikan sosokmu di hadapku

dingin masih mengutuki renungku
keheningan pun menggelayuti anganku
semua kurasakan sendiri
kunikmati sepenuh jiwa
rumput pun tak tahu

batu batu itu membisikkan padaku
betapa yang kurasakan
dalam hati dan jiwa
sunguh akupun tak tahu
apa yang kurasakan
kebingunganku lenyap 
karena kau hadir di anganku
rindu..
ya itu yang kurasakan
setiap menit waktu
bahkan detik yang berlalu
rindu ini makin kuat 
menggenggam hati ini erat
kerinduan yang kurasakan 
hanya untuk dirimu
itulah yang ada dalam sel otakku

Terpaku

Kuterpaku di muka monitor
memandangi setiap piksel gambar mu
warna warni yang menjadi satu
Potretmu....

Kutermangu semakin lama
satu jam dua jam
mataku masih terpaku
memandang maju
lurus ke hadapanmu

aku ini ibarat kuda berkacamata
mataku 
tak mampu tuk memandang selain kamu
tertuju lurus seperti hati ku
yang slama ini ku jaga
untukmu seorang....

aku hanya seorang pecinta
aku bukan pujangga
yang mahir membuat kata indah mempesona
aku hanya seorang pecinta
merajut kata demi kata
untuk seorang yang sangat kucinta

 

Selasa, 20 November 2012

Nafas kehidupan

Saat dunia palingkan pandangannya dariku
mencela ia akan hidupku
menekan setiap sendi tubuh ini
mencengkram dadaku

Panas terik mentari yang kurasakan
meretakkan kulit yang kupakai
beribu kali ku berlari
ia tetap di depan menghadang

sosok nan indah hadir di pelupuk mataku
hadirkan kesegaran
bak embun pagi hari nan riang
pancarkan pesona penuh harapan
KAMU

saat semua berpaling
kau mendekat
memeluk erat tubuhku
saat kedinginan malam menerjang

kau tiupkan angin kehidupan
untuk jiwaku yang matisuri
lumasi sendi yang kaku
hidupkan kembali jiwa yang mati

kau bagai kekuatan tiada tara di hidupku
hiasi hariku
hiasi jiwaku
hiasi seluruh duniaku
kau
jangan pernah pergi dariku
Nafas hidupku

Minggu, 04 November 2012

Harapan

Dari sebuah pertemanan
saling berbagi dan memberi
bertukar pikiran
merakit mimpi
bersama

dari itu terbit rasa
yang tak biasa antara kita
tak tahuku nyata atau fana
ia muncul begitu saja
ialah cinta

hubungan penuh canda tawa
tangisan duka
tercipta tulisan warna warni di kertas kita
yang dulu putih bersih
kini tlah berwarna

hidup yang masih lama
semoga saja
dirimu dan diriku tak berpisah
selama lama nya