kurasakan dingin menerpaku
disini di muka istanaku
di atas kursi kayu bisu
di sela sela nafas putih berkabut
menjelma jadikan sosokmu di hadapku
dingin masih mengutuki renungku
keheningan pun menggelayuti anganku
semua kurasakan sendiri
kunikmati sepenuh jiwa
rumput pun tak tahu
batu batu itu membisikkan padaku
betapa yang kurasakan
dalam hati dan jiwa
sunguh akupun tak tahu
apa yang kurasakan
kebingunganku lenyap
karena kau hadir di anganku
rindu..
ya itu yang kurasakan
setiap menit waktu
bahkan detik yang berlalu
rindu ini makin kuat
menggenggam hati ini erat
kerinduan yang kurasakan
hanya untuk dirimu
itulah yang ada dalam sel otakku